PAPUA TENGAH TERANG

Berita · PEMENRINTAH KEB. DOGIYAI

Kalau Ada CPNS yang Malas, Langsung Laporkan!” Ini Pesan Tegas Bupati Deiyai

Kalau Ada CPNS yang Malas, Langsung Laporkan!” Ini Pesan Tegas Bupati Deiyai
# Latsar CPNS Deiyai Dimulai, Bupati Melkianus Mote Tegaskan Peserta dan PPPK Wajib Disiplin **DEIYAI, PAPUA TENGAH** – Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, menegaskan bahwa kedisiplinan menjadi kewajiban seluruh aparatur pemerintah, termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Tenaga Honorer Kategori II (THK2), dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel gabungan yang diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN), CPNS, THK2, dan PPPK di halaman Kantor Bupati Deiyai, Senin (19/10/2026) pagi. Arahan itu disampaikan seiring dimulainya Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Formasi 2024 serta persiapan pelaksanaan prajabatan THK2 dan orientasi PPPK. Bupati meminta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperketat pengawasan agar pegawai tetap menjalankan tugas dan kewajibannya secara tertib. Menurut Melkianus, pimpinan OPD tidak hanya bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program kerja, tetapi juga memiliki peran penting dalam membina, mengarahkan, dan memastikan kedisiplinan pegawai di lingkungan masing-masing. ## Latsar CPNS Berlangsung Dua Minggu Melkianus menjelaskan, pembukaan Latsar bagi CPNS Formasi 2024 dimulai pada Senin (19/10/2026). Pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua minggu. “Mulai hari ini, CPNS Formasi 2024 mulai mengikuti pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar). Mereka akan menjalani pelatihan selama dua minggu ke depan,” ujar Mote. Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta dijadwalkan kembali ke Kabupaten Deiyai untuk menjalani praktik kerja di OPD tempat mereka masing-masing ditugaskan. Pada tahap tersebut, kepala OPD diminta berperan aktif memberikan arahan, pendampingan, serta mengevaluasi pelaksanaan tugas peserta. Pengawasan kehadiran juga harus dilakukan secara konsisten untuk memastikan setiap peserta mengikuti tahapan pembinaan sesuai ketentuan. Bupati bahkan meminta agar peserta yang tidak disiplin segera dilaporkan kepada panitia pelaksana. “Saya minta seluruh kepala OPD membantu mengarahkan mereka sekaligus menjalankan absensi. Kalau ada CPNS yang malas, langsung laporkan kepada panitia,” tegasnya. ## THK2 dan PPPK Tetap Wajib Masuk Kantor Selain CPNS yang mengikuti Latsar, Melkianus turut menyoroti kedisiplinan THK2 dan PPPK yang masih menunggu jadwal prajabatan dan orientasi. Ia menegaskan bahwa belum dimulainya kegiatan tersebut bukan alasan bagi pegawai untuk mengurangi kehadiran atau mengabaikan pekerjaan. Selama dua minggu ke depan, peserta THK2 dan PPPK diminta tetap masuk kantor serta menjalankan tugas sesuai tanggung jawab pada instansi masing-masing. “Selama dua minggu ke depan, semua peserta THK2 dan PPPK harus rajin masuk kantor. Saya minta seluruh kepala OPD agar absensi tetap dijalankan dan melakukan pengawasan khusus terhadap THK2 dan PPPK di masing-masing OPD,” katanya. Melalui arahan tersebut, Bupati ingin memastikan bahwa seluruh pegawai tetap menjalankan kewajiban secara profesional, sekalipun tahapan prajabatan atau orientasi belum dimulai. ## Disiplin Pegawai Berpengaruh pada Pelayanan Masyarakat Kedisiplinan aparatur menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kelancaran pemerintahan dan kualitas pelayanan publik. Kehadiran pegawai, kepatuhan terhadap aturan kerja, serta penyelesaian tugas sesuai tanggung jawab turut menentukan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Di Kabupaten Deiyai, pengawasan terhadap CPNS, THK2, dan PPPK juga menjadi bagian dari upaya memastikan proses pembinaan aparatur berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Pendampingan oleh pimpinan OPD diharapkan membantu peserta memahami lingkungan kerja, menyesuaikan diri dengan tanggung jawab, dan melaksanakan tugas secara terarah. Penerapan absensi serta mekanisme pelaporan juga diharapkan membuat pengawasan berjalan lebih teratur dan terukur. ## Pemkab Deiyai Perkuat Pembinaan Aparatur Dimulainya Latsar CPNS Formasi 2024 menjadi salah satu tahapan pembinaan aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai. Setelah mengikuti pelatihan selama dua minggu, peserta dijadwalkan kembali untuk menjalani praktik kerja di OPD masing-masing. Sementara itu, THK2 dan PPPK diminta tetap menjalankan aktivitas kerja sembari menunggu pelaksanaan prajabatan dan orientasi. Bupati Melkianus Mote kembali mengingatkan seluruh kepala OPD agar menjalankan fungsi pengawasan secara aktif, sekaligus memastikan pegawai memperoleh arahan yang jelas dalam menjalankan tugas. Melalui pembinaan dan pengawasan yang konsisten, Pemerintah Kabupaten Deiyai diharapkan dapat memperkuat kedisiplinan aparatur, meningkatkan profesionalisme, dan mendukung pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat. **PapuaTengahTerang.com** — Menyajikan informasi Papua Tengah secara aktual, berimbang, dan terpercaya. **Baca berita lainnya di www.papuatengahterang.com**
Buka halaman lengkap