PAPUA TENGAH TERANG

Berita · kabar nabire

Ada Pesan Khusus untuk Warga Papua Tengah! Jhon Iyowogi Nawipa Bicara soal Perdamaian

Ada Pesan Khusus untuk Warga Papua Tengah! Jhon Iyowogi Nawipa Bicara soal Perdamaian
# Kepala Suku Mee Agadide Bersuara! Jhon Iyowogi Nawipa Ingatkan Bahaya Konflik Antarsuku di Nabire **NABIRE, PAPUA TENGAH** — Kepala Suku Mee Agadide di Nabire, Jhon Iyowogi Nawipa, mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah untuk menjaga kerukunan antarsuku serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan. Ia mengingatkan agar masalah yang melibatkan individu tidak berkembang menjadi konflik antarsuku yang berpotensi mengganggu keamanan, menimbulkan korban, dan merusak hubungan persaudaraan yang telah terjalin di tengah masyarakat. Menurut Jhon, Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai suku, marga, dan daerah. Karena itu, keberagaman harus dijaga melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, serta kesediaan menyelesaikan persoalan secara bijaksana. Ia menegaskan, setiap permasalahan yang muncul di tengah masyarakat harus disikapi dengan kepala dingin. Masyarakat diimbau tidak terburu-buru mengaitkan persoalan pribadi dengan identitas suku, marga, maupun daerah asal pihak-pihak yang terlibat. “Jangan sampai persoalan segelintir orang justru menyeret banyak pihak dan merusak hubungan persaudaraan yang selama ini kita jaga,” demikian pesan yang ditekankan dalam imbauannya. ## Jhon Iyowogi Nawipa: Jangan Biarkan Masalah Pribadi Memecah Persaudaraan Jhon menilai, komunikasi dan pendekatan kekeluargaan merupakan langkah penting untuk mencegah perselisihan berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Ia secara khusus mengajak masyarakat Suku Mee untuk menjaga nama baik suku, marga, dan daerah, sekaligus menghormati keberadaan masyarakat dari kelompok etnis lainnya di Papua Tengah. Menurutnya, menjaga kehormatan suatu suku bukan berarti mempertajam perbedaan, melainkan menunjukkan kedewasaan dalam bersikap, menghargai sesama, dan menyelesaikan persoalan tanpa merugikan orang lain. “Wilayah Meepago merupakan halaman rumah bagi masyarakat Suku Mee. Karena itu, kita harus menjaga keamanan, menghormati sahabat dari suku lain, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak hubungan persaudaraan,” tegas Jhon. Ia berharap pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa kedamaian tidak dapat dibangun oleh satu kelompok saja. Diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga hubungan baik di tengah keberagaman budaya dan latar belakang masyarakat. ## Keamanan Nabire Bukan Hanya Tanggung Jawab Tokoh Adat Jhon juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh situasi yang berkembang, termasuk informasi yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, setiap informasi perlu disikapi secara bijaksana agar tidak memicu kesalahpahaman maupun tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab tokoh adat, pemerintah, atau aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan peran aktif setiap individu, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Jika terjadi persoalan, masyarakat diharapkan memberikan ruang bagi penyelesaian melalui dialog, musyawarah, dan pendekatan kekeluargaan. Dengan demikian, permasalahan dapat ditangani secara proporsional tanpa melibatkan pihak-pihak yang tidak berkaitan. Pendekatan tersebut juga penting untuk mencegah jatuhnya korban dan menjaga agar kehidupan masyarakat tetap berjalan aman serta kondusif. ## Pesan untuk Warga Papua Tengah: Nabire Adalah Rumah Bersama Jhon berharap masyarakat di Nabire dan seluruh wilayah Papua Tengah terus memperkuat persahabatan, menjaga toleransi, serta membangun hubungan harmonis dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak membiarkan persoalan segelintir orang merusak hubungan baik antarsuku yang telah terbangun selama ini. “Jangan biarkan persoalan segelintir orang merusak hubungan persaudaraan antarsuku. Mari kita menjaga Nabire sebagai rumah bersama, menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, serta membangun Papua Tengah dalam suasana aman, damai, dan penuh persaudaraan,” pesannya. Ia menegaskan bahwa persatuan dan penghormatan terhadap keberagaman harus menjadi landasan dalam membangun Papua Tengah. Melalui komunikasi yang terbuka, sikap saling menghormati, serta komitmen untuk mengedepankan musyawarah, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga Nabire tetap aman, damai, dan menjadi tempat yang nyaman bagi semua orang. **Papua Tengah Terang — Mengabarkan Fakta, Menyinari Papua.**
Buka halaman lengkap